Jodoh yg Sejati Membawa Diri Makin Dekat dengan ALLAH dan Nabi

TIDAK SANGGUP HIDUP HINA TANPA PERJUANGAN BAHKAN RELA MATI SYAHID KERNA AGAMA DAN PERJUANGAN

------------MENDAMBa SYAHID fi SABILILLAH-----------

Tuesday, April 23, 2013

The Almighty Longing

Assalamualaikum wbt.

Bismillahirahmanirahiim..

Allahumma Solli A'la Sayyidina Muhammad.  :)

Ciptakanlah rasa rindumu kepada Rasulullah saw,sebagaimana yang termaktub dalam firman-Nya;'' Rasulullah adalah kurnia yang paling nyata''.Dengan perasaan rindu,maka akan membuat amal seseorang menjadi mulia.Jika seseorang mempunyai ikatan batin dengan hal-hal yang mulia,nescaya semua amalnya akan ikut menjadi mulia.Namun sebaliknya ,jika seseorang memiliki ikatan batin dengan hal-hal yang rendah,maka seluruh amal bahkan kehidupannya akan menjadi rendah pula.

Lihatlah perasaan kerinduan Sayyiduna Abu Bakar Ash Siddiq kepada Rasulullah saw.Ketika itu Nabi Muhammad saw mendatangi rumah Sayyiduna Abu Bakar di waktu yang tidak seperti biasanya ,kemudian Rasulullah saw menyampaikan berita rahsia tentang perintah ALLAH SWT agar Baginda saw berhijrah.Tanpa berfikir panjang,Sayyiduna Abu Bakar Ash Siddiq bertanya ;'' Apakah aku dapat menemanimu,wahai Rasulullah ? Aku mohon izinkanlah aku untuk menemanimu wahai junjunganku.''

Mendengar permintaan Sayyiduna Abu Bakar Ash Siddiq yg tulus,Rasulullah saw pun mengiyakan .Kemudian Sayyiduna Abu Bakar pun menitiskan air mata bahagia kerana kerinduannya yg begitu besar kepada Rasulullah saw dan dia sedar bahwa dirinya tidak akan mampu berpisah dengan Baginda Nabi Muhammad saw.Sehingga Sayyidah Aisyah ra ,yg ketika itu masih sangat belia usianya,berkata:''Baru kali ini aku melihat ada orang menangis kerana bahagia.'' 

Kesungguhan Sayyiduna Abu Bakar Ash Siddiq berjuang bersama Nabi Muhammad saw untuk menemani Nabi Muhammad saw benar-benar muncul dari hati yang tulus.Dari hati yang memancarkan kecintaan serta keimanan kepada ALLAH SWT dan Rasul-Nya.Maka oleh ALLAH s.w.t,hal itu diganjari dengan menemani Rasulullah saw selama tiga hari tiga malam berada didalam Gua Tsur.

Lihatlah pula kerinduan Sayyidina Bilal Bin Rabah ra pada saat-sat akhir ketika ajal akan menjemputnya.Ketika dengan kesedihan yg begitu mendalam,isterinya menangis mengetahui akan tibanya detik-detik saat perpisahan selama-lamanya dengan suaminya tercinta.Di saat kegentingan itu,apa yang diucapkan oleh Sayyidina Bilal Bin Rabah ? Apakah yang ia ucapkan? Apakah yg terucap dari lisan yg penuh cinta terhadap kekasihnya ini? Beliau mengatakan :''Duhai alangkah bahagianya ,besok aku akan bertemu dengan Rasululalh dan sahabat-sahabatnya.''



Begitu pula disebutkan dalam sebuah riwayat ,ketika seorang sahabat yang baru berusia 10 tahun meminta kepada ayahnya agar diizinkan untuk berperang di jalan ALLAH swt.Setelah sang ayah mengizinkan ,lalu anak itu berkata kepada sang ayah :''Wahai ayahku,sekarang tolong gambarkan paras wajah Rasulullah saw dan sifatkanlah kepadaku tentang sifat-sifat baginda saw,sehingga aku dapat mengkhayalkan dirinya saw.Hal ini agar menambah semangatku saat berjuang nanti dan aku ingin menjadi syuhada'''

Hal ini muncul tiada lain kerana hati yg didasari kerinduan mendalam dari sahabat kecil yang belum pernah bertemu dengan susuk Rasulullah saw ini.Bandingkan dengan apa yang diperbuat anak-anak kita sekarang,mereka di usia 12tahun ke atas hanya rindu kepada pemain bola atau para bintang filem,yg mungkin seumur hidupnya belum pernah bersujud kepada ALLAH s.w.t.

Kerana itu,didiklah anak-anak kalian untuk selalu rindu kepada Rasulullah saw.Ajarilah merka agar Rasulullah saw menjadi idola teladannya.Al Imam Al Habib Abdullah Bin Abu Bakar Al Aydrus mengatakan didalam syairnya: ''Dengan perasaan rindu,seseorang akan semakin tinggi dan menjadi mulia amalnya.''

~Petikan Ceramah Al Habib Umar Benhafidz di Indonesia ditulis kembali oleh al faqirah ilallah. 23/4/13




No comments:

Post a Comment